Bangkit Pasca Kebakaran, Mendag RI dan Bupati Gresik Resmikan Pasar Sidayu

Gresik, 10 April 2026 – Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Budi Santoso bersama Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani meresmikan Pasar Tematik Industri Sidayu, Jumat (10/4/2026). Peresmian ini menandai beroperasinya kembali pasar tradisional yang telah direvitalisasi pascakebakaran pada 2022 lalu.

Revitalisasi Pasar Sidayu merupakan bagian dari program pemerintah pusat melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Kementerian Perdagangan Tahun Anggaran 2025 dengan pagu sekitar Rp30 miliar. Proyek pembangunan kembali pasar tersebut rampung dengan nilai kontrak sebesar Rp25,8 miliar.

Bupati Gresik menyampaikan bahwa kehadiran wajah baru Pasar Sidayu menjadi bukti komitmen pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil dan pedagang pasar tradisional.

“Pasar Sidayu kini telah bertransformasi menjadi lebih modern, tertata, dan layak. Kami berharap pasar ini dapat dirawat dan dijaga kebersihannya,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Perdagangan mengapresiasi hasil revitalisasi pasar yang dinilai mampu meningkatkan kenyamanan bagi pedagang dan pengunjung. Ia juga menekankan pentingnya pengelolaan kebersihan pasar secara berkelanjutan.

“Kementerian Perdagangan memiliki Gerakan Nasional Membersihkan Sampah Pasar (Gernas Mapan) yang mendorong pengelolaan sampah secara kolaboratif agar pasar tetap bersih dan nyaman,” jelasnya.

Sebelum peresmian, rombongan meninjau langsung kondisi pasar dengan menyusuri lorong-lorong serta berdialog dengan pedagang terkait harga dan ketersediaan bahan pokok.

Mendag juga memastikan bahwa pemerintah terus memantau stabilitas harga bahan pokok secara rutin di ratusan pasar di seluruh Indonesia.

“Saya lihat tadi harga kebutuhan pokok di gresik terpantau stabil. Kami berharap pengelolaan pasar ini dapat menjadi contoh bagi pasar lainnya,” tambahnya.

Pasar Sidayu yang berlokasi di Desa Mriyunan, Kecamatan Sidayu, berdiri di atas lahan seluas 5.240 meter persegi dengan luas bangunan 3.859 meter persegi. Pasar ini mampu menampung sekitar 800 pedagang, baik pedagang tetap maupun musiman dengan total 538 stan.

Sebagai pasar tradisional yang dikenal dengan sebutan “Pasar Pahing”, aktivitas perdagangan di Pasar Sidayu meningkat signifikan pada hari pasaran Jawa. Pedagang yang beraktivitas tidak hanya berasal dari Gresik, tetapi juga dari daerah sekitar seperti Lamongan, Surabaya, hingga Bojonegoro.

Dengan fasilitas yang lebih modern, termasuk ruang terbuka dan area publik, Pasar Sidayu diharapkan menjadi pusat ekonomi kerakyatan yang mampu bersaing dengan pasar modern sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi regional.