Bupati Gresik Buka MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi 1, Tegaskan Pendidikan Berkualitas untuk Memutus Rantai Kemiskinan
Gresik, 31 Juli 2026 – Pemerintah Kabupaten Gresik resmi membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Pelajaran 2026/2027 bagi peserta didik Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Gresik, Jumat (31/7). Kegiatan ini menjadi penanda dimulainya perjalanan pendidikan bagi ratusan siswa yang akan menempuh pendidikan gratis melalui program prioritas Presiden Republik Indonesia.
Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Wakil Bupati Gresik dr. Asluchul Alif, jajaran Forkopimda, kepala perangkat daerah, guru, pendamping, serta para orang tua peserta didik.
Suasana pagi yang sejuk dan penuh khidmat menyelimuti kawasan Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Gresik. Para orang tua tampak mengantarkan putra-putrinya dengan penuh harapan, sementara para peserta didik menyambut hari pertama mereka dengan semangat dan senyum bahagia.
Rangkaian pembukaan MPLS diawali dengan penampilan pidato dalam lima bahasa oleh para siswa, dilanjutkan persembahan lagu, tari, puisi, serta berbagai pertunjukan seni yang menggambarkan semangat kebhinekaan dan karakter peserta didik.
Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Gresik, Rangga Pratama, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Gresik atas dukungan yang diberikan dalam menyukseskan Program Sekolah Rakyat.
"Terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Gresik atas komitmen, perhatian, dan sinergi yang diberikan sebagai wujud nyata menyukseskan salah satu program prioritas Presiden Republik Indonesia, yaitu Program Sekolah Rakyat. Program ini bertujuan memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan yang berkualitas, berkeadilan, dan dapat diakses oleh seluruh anak bangsa," ujarnya.
Rangga menjelaskan, setelah satu tahun penyelenggaraan, Sekolah Rakyat Gresik telah memberikan layanan pendidikan, pembentukan karakter, serta pembinaan kesehatan peserta didik secara berkelanjutan.
Pada Tahun Pelajaran 2026/2027, Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Gresik menerima 90 peserta didik jenjang SD, 90 peserta didik jenjang SMP, dan 150 peserta didik jenjang SMA yang terdiri atas 90 siswa asal Kabupaten Gresik dan 60 siswa asal Kabupaten Lamongan. Bersama angkatan sebelumnya, jumlah peserta didik yang dibina kini mencapai 405 orang.
Ia menegaskan, visi Sekolah Rakyat adalah membentuk generasi yang beriman, berakhlak mulia, cerdas, mandiri, dan memiliki daya saing tinggi tanpa terhambat keterbatasan ekonomi.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gresik Ummi Khoiroh, menyampaikan bahwa Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 berdiri di atas lahan seluas 6,5 hektare dengan total 26 bangunan. Sebanyak 19 gedung telah dinyatakan laik fungsi dan siap dimanfaatkan, meliputi gedung sekolah, asrama siswa dan guru, masjid, aula, kantin, hingga fasilitas pelayanan publik.
Ia menjelaskan kuota peserta didik telah terpenuhi dengan 270 siswa asal Kabupaten Gresik dan 60 siswa asal Kabupaten Lamongan yang berasal dari 161 desa di 18 kecamatan.
"Masih terdapat sekitar 20 peserta didik asal Kepulauan Bawean yang belum dapat hadir pada pembukaan MPLS karena penundaan jadwal pelayaran akibat cuaca. Mereka dijadwalkan menyusul dalam beberapa hari ke depan," jelasnya.
Selain kurikulum nasional, Sekolah Rakyat juga memberikan penguatan pendidikan agama melalui program baca Al-Qur'an dan tahfidz, bimbingan belajar tambahan, serta pembinaan karakter guna mempersiapkan lulusan yang mampu melanjutkan ke perguruan tinggi maupun memasuki dunia kerja.
Dalam sambutannya, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengajak para orang tua untuk percaya dan tidak ragu menitipkan pendidikan putra-putrinya di Sekolah Rakyat.
"Anak-anak panjenengan telah dibukakan pintu oleh negara untuk memperoleh kesempatan yang luar biasa. Program ini dirancang Presiden bersama Kementerian Sosial agar menjadi jalan bagi anak-anak meraih masa depan yang lebih baik melalui pendidikan," ujar Bupati.
Bupati menyampaikan rasa syukur karena seluruh kuota peserta didik pada jenjang SD, SMP, dan SMA telah terpenuhi. Ia berharap seluruh siswa memanfaatkan kesempatan tersebut untuk belajar ilmu pengetahuan, bahasa, budaya, agama, dan berbagai keterampilan sebagai bekal memutus rantai kemiskinan.
Ia juga mengapresiasi seluruh pendamping, tenaga pendidik, serta pihak yang telah mengawal hadirnya Sekolah Rakyat di Gresik.
"Alhamdulillah, angkatan pertama Sekolah Rakyat di Gresik tetap utuh hingga hari ini. Mereka berkembang semakin percaya diri. Saya berharap kelak lulusan Sekolah Rakyat mampu diterima di perguruan tinggi ternama dan menjadi generasi yang membanggakan daerah maupun bangsa," tuturnya.
Kepada para guru, Bupati berpesan agar terus mendidik dengan kesabaran dan kasih sayang. Sementara kepada para peserta didik, ia mengajak untuk menjaga kebersihan lingkungan sekolah serta menghormati guru dan orang tua selama menempuh pendidikan.
Pembukaan MPLS turut diikuti secara daring melalui siaran bersama Kementerian Sosial Republik Indonesia dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebagai bentuk sinergi dalam mendukung pelaksanaan Program Sekolah Rakyat di berbagai daerah.
Sebagai simbol dimulainya MPLS Tahun Pelajaran 2026/2027, Bupati Gresik bersama jajaran melakukan penyematan pita kartu identitas kepada perwakilan peserta didik jenjang SD, SMP, dan SMA. Acara kemudian dilanjutkan dengan penekanan tombol sirene sebagai tanda resmi dimulainya Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah.
Semangat kegiatan ditutup dengan seruan bersama, "Sekolah Rakyat maju bersama, tumbuh bersama," yang diikuti pesan kepada seluruh peserta didik untuk senantiasa menyayangi orang tua dan menghormati gurusebagai bekal membangun karakter sejak hari pertama di Sekolah Rakyat. (azz)

0 Comments