Dari Gresik untuk Ketahanan Pangan Nasional, PT Bara Blasting Perkasa Bangun Pabrik Pupuk NPK
Gresik, 8 Mei 2026 — Kabupaten Gresik kembali memperkuat posisinya sebagai pusat investasi industri strategis nasional melalui groundbreaking proyek Nitrate Complex PT Bara Blasting Perkasa di Kawasan Industri Maspion Gresik, Jumat (8/5).
Proyek ini menjadi bagian dari pengembangan industri hilirisasi berbasis amonia yang diproyeksikan mendukung kebutuhan industri nasional sekaligus memperkuat sektor pangan Indonesia.
Melalui proyek tersebut, PT Bara Blasting Perkasa akan mengembangkan produksi pupuk NPK dan berbagai produk turunan amonia lainnya sebagai langkah mendukung ketahanan pangan nasional. Kehadiran fasilitas ini juga diharapkan mampu memperkuat kemandirian industri pupuk dalam negeri serta mengurangi ketergantungan impor.
Direktur Utama PT Bara Blasting Perkasa, Mei Suryawan menjelaskan bahwa proyek ini merupakan investasi strategis kedua perusahaan di Gresik setelah pembangunan terminal amonia di kawasan yang sama. Menurutnya, keberadaan Nitrate Complex tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan industri nasional, tetapi juga menjadi bagian penting dalam mendukung sektor pangan Indonesia.
“Kami juga akan memproduksi pupuk NPK dan turunan pupuk lainnya sebagai produk turunan amonia. Kami berharap dapat memberikan kontribusi terhadap negara khususnya di bidang pangan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, selain memproduksi amonium nitrat untuk kebutuhan industri pertambangan dan konstruksi nasional, perusahaan juga fokus mengembangkan pupuk berbasis amonia guna mendukung ketahanan pangan Indonesia.
Menurutnya, proyek ini diharapkan mampu mengurangi ketergantungan impor sekaligus memperkuat industri pupuk nasional agar kebutuhan sektor pertanian dalam negeri dapat terpenuhi secara berkelanjutan.
“Selain meningkatkan ketahanan energi dan ketahanan pangan di Indonesia, kami berharap proyek ini juga memberikan manfaat ekonomi regional bagi Kabupaten Gresik,” tambahnya.
Mei Suryawan juga menyampaikan bahwa saat ini progres pembangunan proyek telah mencapai sekitar 33 persen dengan target penyelesaian sesuai jadwal serta menerapkan standar quality and safety yang ketat.
Sementara itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyampaikan apresiasi atas kepercayaan investor yang terus menanamkan modal di Kabupaten Gresik. Ia menilai hadirnya investasi baru di sektor hilirisasi industri akan memberikan dampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus membuka peluang kerja bagi masyarakat.
“Dua testimoni yang kita dengar hari ini sangat luar biasa, bahwa Gresik aman dan Gresik menjadi tujuan investasi,” ujar Bupati Yani.
Ia berharap tumbuhnya investasi di Gresik mampu menghadirkan multiplier effect, terutama bagi generasi muda Kabupaten Gresik yang memiliki keterampilan dan kompetensi di bidang industri.
“Kami berharap investasi ini memberi kesempatan kerja bagi anak-anak muda Gresik. Pemerintah Kabupaten Gresik akan terus mendukung dan menghadirkan iklim investasi yang ramah bagi para pengusaha,” tegasnya.
CEO Maspion Group Alim Markus turut mengapresiasi stabilitas keamanan dan iklim investasi di Kabupaten Gresik yang dinilai sangat mendukung pertumbuhan industri jangka panjang.
“Kondisi makro di kawasan ini sangat baik. Stabilitas dan keamanan yang terjaga menjadi modal utama agar investasi dapat tumbuh berkelanjutan,” ujarnya.
Dengan pengembangan produksi pupuk NPK dan hilirisasi amonia tersebut, proyek Nitrate Complex PT Bara Blasting Perkasa diharapkan mampu menjadi salah satu penopang sektor pangan nasional sekaligus memperkuat peran Gresik sebagai pusat industri strategis di Jawa Timur.
Turut hadir Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, jajaran Forkopimda Kabupaten Gresik, Ketua MUI Kabupaten Gresik KH Ainur Rofiq, CEO Maspion Group Alim Markus beserta CFO Maspion Group Welly Muliavan, Vice President Wuhan Engineering Co. Ltd. Mr. Yin Lin, Direktur PT Bara Blasting Perkasa Mei Suryawan, perwakilan pemegang saham Nahot R. Napitupulu dan Yovita Wijayanti, serta jajaran dewan komisaris perusahaan. (ani)

0 Comments