Gedung Sentra IKM Logam Menganti Diresmikan: Wadah Produksi UMKM Sekaligus Tempat Magang Siswa SMK
Gresik, 22 Juli 2026 — Guna menggenjot potensi industri lokal sekaligus mencetak sumber daya manusia (SDM) siap kerja, Pemerintah Kabupaten Gresik mendirikan Gedung Sentra Industri Kecil dan Menengah (IKM) Logam di Desa Hulaan, Kecamatan Menganti. Gedung fasilitas bersama tersebut diresmikan langsung oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani pada Selasa (21/7/2026).
Kehadiran sentra ini difokuskan untuk dua peran strategis: memperkuat daya saing UMKM sektor logam melalui modernisasi peralatan produksi, serta menjadi wadah magang bagi siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) agar dapat mengenali atmosfer dunia kerja manufaktur secara nyata.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengungkapkan, pendirian gedung ini menjadi jawaban atas tantangan keterbatasan sarana produksi yang selama ini dialami para pelaku home industry manufaktur, khususnya di kawasan sentra seperti Desa Pelemwatu dan Desa Laban, Kecamatan Menganti.
"Banyak mesin besar yang mungkin tidak terjangkau oleh para pelaku usaha IKM di dua desa tersebut. Sekarang, fasilitas itu bisa dimanfaatkan melalui Sentra IKM ini," ujar Bupati Yani.
Untuk menunjang kebutuhan produksi, Sentra IKM Logam Hulaan telah dilengkapi berbagai fasilitas permesinan modern, mulai dari laser cutting, milling, bor, mesin tekuk plat, mesin press, mesin punch, pipe bending, cutting plat, hingga mesin bubut kecil, bubut besar, dan bubut CNC.
Tak hanya disiapkan untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas hasil produksi UMKM, Bupati Yani juga menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam ekosistem industri ini melalui jalur pendidikan kejuruan.
"Sentra IKM ini juga akan menjadi tempat magang bagi anak-anak SMK kita. Mudah-mudahan Sentra IKM Logam ini memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi para pelaku usaha, masyarakat, dan anak-anak kita yang sedang menyiapkan diri memasuki dunia industri," tegas Bupati Yani.
Ia juga mendorong adanya sinergi dan kolaborasi antara Sentra IKM Logam dengan kawasan industri skala besar di Gresik, seperti JIIPE dan KIG, baik dalam rantai pasok bahan baku maupun pemasaran produk IKM.
Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik, Achmad Washil Miftahul Rachman, menyampaikan laporan teknis pelaksanaan proyek. Ia menyebut pembangunan gedung ini berlandaskan UU No. 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian serta Peraturan Menteri Perindustrian terkait Juknis DAK Perindustrian.
"Kabupaten Gresik memiliki potensi IKM logam dan permesinan yang tersebar di berbagai wilayah, terutama Kecamatan Menganti dan sekitarnya. Namun, potensi tersebut belum optimal karena keterbatasan sarana produksi, akses teknologi, mutu produk, serta keterhubungan dengan industri besar," papar Sekda Washil.
Washil menjelaskan, seluruh proyek ini dibiayai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Kementerian Perindustrian RI Tahun Anggaran 2025 yang diperuntukkan bagi pembangunan fisik gedung sekaligus pengadaan peralatan permesinan.
Pembangunan fisik dan penyediaan fasilitas berlangsung selama 150 hari kerja dan kini seluruh pekerjaan telah selesai 100 persen sesuai spesifikasi teknis. Adapun sarana pendukung yang dibangun meliputi:
Ruang Utama: Ruang workshop/permesinan dan ruang maintenance.
Fasilitas Umum & Sanitasi: Kamar mandi, instalasi listrik, penerangan, drainase, dan sanitasi.
Keamanan & Aksesibilitas: Kamera CCTV, akses jalan lingkungan, serta area parkir yang memadai.
Melalui keberadaan Sentra IKM Logam ini, Pemkab Gresik berharap dapat mendorong efisiensi biaya produksi, memicu lahirnya pusat pertumbuhan ekonomi baru, mengoptimalkan pemanfaatan limbah logam secara produktif, serta membentuk komunitas usaha yang solid di kawasan ekosistem industri daerah.

0 Comments