Hilal Tak Terlihat di Gresik, Hasil Rukyat Belum Penuhi Kriteria Imkanur Rukyah

Gresik, 19 Maret 2026 – Lembaga Falakhiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) Gresik melaksanakan rukyatul hilal di Balai Rukyatul Hilal NU, kawasan Condrodipo, Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, Kamis (19/3).


Proses pengamatan hilal dilakukan menggunakan alat bantu penentuan arah hilal (gawang lokasi), teodolit, dan teleskop.


Berdasarkan data hasil pengamatan, matahari terbenam pada pukul 17.42 WIB, dengan waktu pengamatan berlangsung hingga pukul 17.51 WIB. Posisi hilal tercatat berada pada ketinggian 1 derajat 14 menit, dengan elongasi sekitar 5 derajat.


Namun, secara hisab rukyat, posisi hilal tersebut masih berada di bawah 3 derajat, sehingga belum memenuhi kriteria imkanur rukyah yang menetapkan ketinggian 3 derajat dengan elongasi 6 derajat.


Selain itu, kondisi cuaca di lokasi pengamatan terpantau berawan cenderung mendung, dengan awan tebal yang menutupi ufuk barat. Hal ini menyebabkan hilal tidak dapat terlihat selama proses rukyat berlangsung.


Ketua LFNU PCNU Gresik, Muchyiddin Hasan, menyampaikan bahwa hasil rukyat di lokasi menunjukkan hilal tidak terlihat.


“Data yang kami dapatkan, matahari terbenam pukul 17.42 WIB, tinggi hilal 1 derajat 14 menit, dan elongasi 5 derajat 33 menit. Kesimpulannya, hilal tidak terlihat,” ujarnya.


Dengan demikian, hasil rukyat di Gresik pada hari ini belum menunjukkan adanya kemunculan hilal. Penentuan awal bulan Hijriah secara nasional selanjutnya menunggu keputusan resmi melalui sidang isbat pemerintah pusat.


Kegiatan ini turut dihadiri Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, serta berbagai pihak di antaranya Kementerian Agama Kanwil dan Kabupaten Gresik, Pengadilan Agama, perwakilah pondok pesantren, organisasi masyarakat, serta masyarakat umum. (ani)