Menteri PPPA Kunjungi PT Petrokimia Gresik, Apresiasi Komitmen Perlindungan Perempuan dan Anak
Gresik – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Republik Indonesia, Arifatul Choiri Fauzi, melakukan kunjungan kerja ke PT Petrokimia Gresik hari ini.
Kedatangan Menteri PPPA di wisma kebomas disambut langsung oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bersama Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta jajaran PT Petrokimia Gresik.
Kunjungan kerja ini bertujuan untuk mempererat silaturahmi sekaligus memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Gresik dan PT Petrokimia Gresik atas komitmen mereka dalam mengintegrasikan ekosistem pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Upaya tersebut turut mendukung keberhasilan Gresik dalam meraih predikat Kabupaten Layak Anak (KLA) kategori Nindya.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri PPPA menekankan pentingnya penguatan layanan perlindungan bagi perempuan dan anak melalui penyediaan layanan konseling, pendampingan, bantuan hukum, serta dukungan sosial bagi korban yang membutuhkan perlindungan darurat. Langkah ini diharapkan dapat mencegah dan mengurangi berbagai bentuk kekerasan terhadap perempuan dan anak, baik kekerasan fisik, perundungan, maupun kekerasan siber di media sosial.
Berdasarkan data SIMFONI PPA, jumlah kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak sepanjang tahun 2025 mencapai 35.020 kasus. Data tersebut menunjukkan bahwa perlindungan terhadap perempuan dan anak masih menjadi perhatian bersama yang memerlukan sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.
Sebagai salah satu daerah industri, Kabupaten Gresik menghadapi tantangan yang cukup besar dalam bidang pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.
Lebih dari 40 persen angkatan kerja berada pada usia produktif dengan tingginya keterlibatan perempuan di sektor industri. Kondisi ini berdampak pada meningkatnya kebutuhan fasilitas pengasuhan anak atau daycare bagi para pekerja perempuan.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Kementerian PPPA terus mendorong implementasi dua program prioritas. Pertama, penguatan Rumah Perlindungan Pekerja (RP3) sebagai pusat edukasi, pengaduan, serta penyedia layanan pendampingan kesehatan, bantuan hukum, dan rehabilitasi bagi pekerja perempuan.
Kedua, pengembangan Taman Asuh Ramah Anak (TARA) di lingkungan perusahaan, termasuk di PT Petrokimia Gresik. Program ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat penitipan anak, tetapi juga sebagai sarana edukasi dan perlindungan yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. Kehadiran TARA diharapkan dapat membantu para pekerja perempuan menjalankan peran profesional mereka tanpa mengabaikan tanggung jawab sebagai ibu dalam mendampingi dan mengasuh anak.
Melalui kunjungan kerja ini, diharapkan sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam mewujudkan lingkungan yang aman, ramah, serta mendukung pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak dapat semakin diperkuat, khususnya di Kabupaten Gresik sebagai salah satu kawasan industri strategis di Indonesia.
Dalam kunjungannya ke Kabupaten Gresik, Menteri PPPA juga melakukan survei langsung ke PT Karunia Alam Segar di Kecamatan Manyar serta mengunjungi Tempat Penitipan Anak (TPA) Petrokimia Gresik dan TPA Masmundari. (rzr)
Suara Gresik

0 Comments