Peringati HANI 2026, Gresik Perkuat Gerakan Anti Narkoba Lewat Pengukuhan KOPAN dan Peluncuran Satgas Jaga Gresik

Gresik, 25 Juni 2026 – Pemerintah Kabupaten Gresik menegaskan komitmennya dalam memerangi penyalahgunaan dan peredaran narkoba melalui penguatan peran generasi muda. Komitmen tersebut ditunjukkan melalui peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026 yang dirangkaikan dengan pengukuhan Pengurus Kelompok Pemuda Anti Narkoba (KOPAN) Kabupaten Gresik periode 2026-2028 di Gedung Nasional Indonesia (GNI), Kamis (25/6/2026).


Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Kepala BNN Kabupaten Gresik AKBP Suharsi, Kepala Kejaksaan Negeri Gresik Zam Zam Ikhwan, jajaran Forkopimda, kepala perangkat daerah, pengurus Kelompok Inisiator Pemuda Anti Narkoba (KIPAN), anggota KOPAN, serta menghadirkan Ipda Purnomo sebagai narasumber.


Dalam sambutannya, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengucapkan selamat kepada para pengurus KOPAN yang baru dikukuhkan dan berharap mereka dapat menjadi agen perubahan dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di tengah masyarakat.


“Selamat kepada para pengurus Kelompok Pemuda Anti Narkoba (KOPAN) Kabupaten Gresik periode 2026-2028 yang baru saja dikukuhkan pada hari ini. Semoga dengan pengukuhan ini, kalian semua dapat menjadi agen perubahan di masing-masing kecamatan maupun desa dan memberikan kontribusi agar para pemudanya tidak terjerumus narkoba,” ujarnya.


Ia menegaskan bahwa peredaran narkoba merupakan ancaman nyata yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat. Menurutnya, narkoba tidak hanya digunakan untuk tujuan hiburan, tetapi juga kerap disalahgunakan dalam aktivitas sehari-hari, termasuk saat bekerja.


“Peredaran narkoba ini sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat. Tidak hanya dibuat sebagai bahan untuk bersenang-senang, namun juga disalahgunakan untuk dipakai dalam bekerja,” katanya.


Karena itu, Bupati Yani mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat pendidikan karakter, pendidikan agama, serta memberikan pemahaman tentang bahaya narkoba secara berkelanjutan kepada generasi muda.


“Maka dari itu kita lindungi generasi muda kita dengan pendidikan karakter, pendidikan agama, dan pemahaman tentang bahaya narkoba yang harus diberikan secara berkelanjutan agar anak-anak kita memiliki prinsip yang kuat untuk menolak narkoba,” tambahnya.


Sementara itu, Kepala BNN Kabupaten Gresik AKBP Suharsi menegaskan bahwa peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) tidak hanya menjadi kegiatan seremonial tahunan, tetapi juga momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya penyalahgunaan narkotika yang masih mengancam, terutama kalangan generasi muda.


Pada HANI 2026, BNN mengangkat tema “Pemuda Berdaya Membangun Generasi Sehat, Cerdas, dan Kuat melalui Gerakan Ananda Bersinar Menuju Indonesia Emas 2045”. Tema tersebut menegaskan pentingnya peran pemuda sebagai aset strategis bangsa yang harus dijaga dari ancaman narkoba.


Menurutnya, generasi muda memiliki posisi penting dalam menentukan masa depan Indonesia. Oleh karena itu, diperlukan lingkungan yang sehat, aman, dan suportif agar mereka dapat berkembang menjadi pribadi yang produktif, berdaya saing, serta terbebas dari penyalahgunaan narkotika.


“Pemuda adalah tulang punggung sekaligus penentu masa depan bangsa. Karena itu, kita harus menciptakan lingkungan yang sehat, aman, dan mendukung agar mereka tumbuh menjadi generasi yang produktif dan bebas dari penyalahgunaan narkoba,” ujarnya.


Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafbudpora) Kabupaten Gresik, Saifudin Ghozali, mengapresiasi kiprah KIPAN Gresik yang selama tiga tahun berturut-turut berhasil meraih predikat Pengurus KIPAN Teraktif tingkat Jawa Timur.


“Suatu kebanggaan bagi kami karena KIPAN Kabupaten Gresik berhasil meraih predikat pengurus KIPAN teraktif tingkat Jawa Timur. Hal ini berkat konsistensi teman-teman KIPAN dalam memberikan manfaat bagi masyarakat. Mereka tidak hanya melakukan sosialisasi, tetapi juga terlibat dalam pendampingan bagi pemuda yang terdampak penyalahgunaan narkotika,” katanya.


Peringatan HANI 2026 juga diwarnai dengan peluncuran aplikasi Satgas Jaga Gresik sebagai bagian dari penguatan gerakan pencegahan penyalahgunaan narkoba berbasis pemuda. Aplikasi berbasis website tersebut hadir sebagai saluran curhat digital yang memudahkan masyarakat, khususnya pelajar dan pemuda, untuk mengakses informasi, konsultasi, serta pendampingan terkait penyalahgunaan narkoba maupun persoalan kesehatan lainnya.


Pengembangan aplikasi tersebut dilatarbelakangi kebutuhan pemuda akan ruang yang aman untuk berbagi permasalahan serta memperoleh informasi yang tepat mengenai bahaya narkoba dan kesehatan.


Selain itu, kegiatan HANI 2026 menghadirkan Ipda Purnomo sebagai narasumber dalam sesi talkshow edukatif. Dalam paparannya, ia mengajak para pemuda untuk berani mengambil peran aktif dalam menjaga lingkungan masing-masing dari ancaman narkoba serta menjadi teladan bagi teman sebaya.


Peringatan HANI 2026 di Kabupaten Gresik menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam memerangi narkoba, sekaligus mendorong lahirnya generasi muda yang sehat, produktif, dan mampu menjadi garda terdepan dalam menjaga lingkungan dari ancaman narkotika.