Terima 200 Mahasiswa KKN-BBK UNAIR, Bupati Yani Ajak Jadikan Peradaban Gresik sebagai Ruang Belajar

Gresik, 13 Juli 2026 – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani secara resmi menerima 200 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata–Belajar Bersama Komunitas (KKN-BBK) ke-8 Universitas Airlangga (UNAIR) yang akan melaksanakan pengabdian di Kecamatan Gresik dan Kebomas. Pada kegiatan yang berlangsung di Kantor Bupati Gresik, Senin (13/7), Bupati Yani mengajak mahasiswa menjadikan peradaban Gresik sebagai ruang belajar untuk memperkaya pengalaman sekaligus menghadirkan pembaruan bagi masyarakat.


Bupati Yani menyampaikan apresiasi kepada Universitas Airlangga yang kembali mempercayakan Kabupaten Gresik sebagai lokasi pelaksanaan KKN-BBK. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah sekaligus belajar langsung dari kehidupan masyarakat.


"Selamat datang di Kabupaten Gresik. Terima kasih telah memberikan kepercayaan kepada Gresik sebagai lokasi KKN. Semoga kegiatan ini berjalan sukses, ilmunya bermanfaat, dan seluruh mahasiswa diberikan kesehatan selama menjalankan pengabdian," ujarnya.


Bupati menjelaskan bahwa Gresik merupakan kota yang kaya akan sejarah dan peradaban. Selain dikenal sebagai Kota Santri, Gresik juga memiliki warisan sejarah yang berkembang dari sisi pemerintahan, politik, ekonomi, maritim, hingga industri.


"Momentum KKN ini menjadi kesempatan untuk belajar dari peradaban Gresik. Giri Kedaton bukan hanya dikenal sebagai wisata religi, tetapi juga pernah menjadi pusat perkembangan politik dan ekonomi. Potensi maritim dan industri yang dimiliki Gresik juga dapat menjadi ruang belajar bagi mahasiswa," tuturnya.


Ia juga mengingatkan mahasiswa agar menjadikan KKN sebagai pengalaman untuk mengasah keberanian, kepedulian, dan semangat belajar.


"Kita sama-sama muda. Keberanian adalah modal. Kalau masih ada kekurangan, mari kita benahi bersama. Jangan pernah berhenti belajar," pesannya.


Sementara itu, Ketua Badan Penjaminan Mutu Universitas Airlangga, Prof. Nurul Barizah, menyampaikan bahwa sebanyak 200 mahasiswa diterjunkan ke Kabupaten Gresik untuk melaksanakan KKN-BBK berbasis Sustainable Development Goals (SDGs). Program tersebut berfokus pada bidang kesehatan, lingkungan, ekonomi, dan pendidikan sebagai bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.


Ia berpesan agar mahasiswa mampu menjaga nama baik almamater dengan menjunjung tinggi etika, menghormati budaya, dan berbaur bersama masyarakat selama menjalankan pengabdian.


"Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Jadikan KKN sebagai ruang belajar bersama komunitas, belajar menghormati, menghargai, dan mengabdi. Tinggalkan jejak yang membanggakan bagi masyarakat maupun almamater," ujarnya.


Berbagai program telah disiapkan mahasiswa sesuai kebutuhan wilayah penempatan. Di Kelurahan Terate, Septianur Rofifah Dwi Saputri asal Purwokerto, Jawa Tengah, bersama tim mengusung edukasi ekonomi digital melalui pengenalan aplikasi Carousel sebagai media jual beli barang bekas yang masih layak pakai.


Masih di Kelurahan Terate, Wahyu Indah Sukmawati asal Surabaya membnerikan edukasi mengenai pemanfaatan Artificial Intelligence (AI). Berbekal latar belakang Teknik Elektro, ia ingin memperkenalkan AI sebagai teknologi yang memiliki banyak manfaat di berbagai bidang, tidak hanya untuk pembuatan konten video.


Di Kelurahan Sidomoro, Kecamatan Kebomas, Adam Pratama asal Jakarta bersama tim mengembangkan program digitalisasi potensi kelurahan, termasuk pendampingan promosi UMKM agar semakin dikenal masyarakat luas. Sementara itu, Sunu Pinardi asal Nganjuk menginisiasi program edukasi pencegahan stunting guna meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan generasi sejak dini.


Pelaksanaan KKN-BBK ke-8 Universitas Airlangga di Kabupaten Gresik berlangsung mulai 13 Juli hingga 8 Agustus 2026. Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat, program tersebut diharapkan mampu memberikan manfaat nyata sekaligus mendukung percepatan pembangunan Kabupaten Gresik sesuai prioritas pembangunan daerah. (azz)