Tim KKN-PPM UGM Bentangan Bawean Turut Semarakkan Pawai Pesta Obor 10 Muharram di Desa Tanjungori

GRESIK —  Dalam rangka memperingati 10 Muharram 1448 Hijriah, masyarakat Desa Tanjungori, Kecamatan Tambak, Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, menggelar Pawai Pesta Obor pada Rabu (24/6/2026) malam. Tradisi yang telah berlangsung secara turun-temurun ini kembali digelar dengan meriah sebagai wujud syiar Islam sekaligus sarana mempererat kebersamaan masyarakat dalam menyambut Tahun Baru Hijriah. 


Setelah salat Isya, warga dari berbagai kalangan mulai berkumpul dengan membawa obor yang telah dipersiapkan. Cahaya obor yang berjejer menerangi sepanjang rute pawai menciptakan suasana hangat dan penuh makna. Diiringi lantunan selawat dan doa bersama, peserta pawai berjalan mengelilingi sejumlah ruas jalan desa dengan tertib dan penuh antusiasme.


Perayaan tersebut tidak hanya melibatkan masyarakat setempat, tetapi juga diikuti oleh Tim KKN-PPM Universitas Gadjah Mada (UGM) Bentangan Bawean yang tengah melaksanakan pengabdian di Pulau Bawean. Kehadiran mahasiswa dalam kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun kedekatan dengan masyarakat sekaligus mengenal lebih dalam tradisi dan nilai-nilai budaya yang hidup di tengah kehidupan warga.


Bagi mahasiswa KKN, Pawai Pesta Obor menjadi pengalaman berharga untuk menyaksikan secara langsung bagaimana tradisi keagamaan mampu menjadi ruang pemersatu masyarakat. Semangat gotong royong yang tampak dalam persiapan hingga pelaksanaan kegiatan mencerminkan kuatnya ikatan sosial yang terus terjaga di Desa Tanjungori.


Annas Akhtar Rabbani, Koordinator Mahasiswa Klaster (Kormater) KKN-PPM UGM Bentangan Bawean, mengatakan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam Pawai Pesta Obor menjadi kesempatan untuk belajar langsung dari masyarakat mengenai tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun. "Pawai Pesta Obor mengajarkan kami bahwa tradisi bukan sekadar warisan masa lalu, tetapi juga ruang yang mempertemukan masyarakat dalam semangat kebersamaan..." ujarnya.


Melalui keterlibatan dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN tidak hanya berperan sebagai peserta, tetapi juga sebagai pembelajar yang memperoleh pemahaman mengenai pentingnya pelestarian tradisi lokal sebagai bagian dari identitas masyarakat Bawean.


Sementara itu, pemerintah desa dan panitia pelaksana menyambut baik partisipasi mahasiswa dalam kegiatan masyarakat. Kolaborasi yang terjalin diharapkan dapat memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan masyarakat sekaligus memperkaya pengalaman pengabdian mahasiswa selama berada di lokasi KKN.


Salah seorang warga Desa Tanjungori mengaku senang dengan kehadiran mahasiswa KKN-PPM UGM dalam kegiatan tersebut.


"Kami senang mahasiswa KKN bisa ikut berbaur dengan masyarakat dalam Pawai Pesta Obor. Semoga mereka dapat mengenal lebih dekat tradisi yang ada di Bawean dan membawa pengalaman berharga selama menjalankan pengabdian di sini," ujarnya.


Pawai Pesta Obor 10 Muharram di Desa Tanjungori pun berlangsung dengan lancar dan penuh khidmat. Tradisi ini tidak hanya menjadi simbol peringatan tahun baru Islam, tetapi juga menjadi pengingat akan pentingnya menjaga nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, dan warisan budaya yang telah diwariskan dari generasi ke generasi. Melalui partisipasi berbagai elemen masyarakat, termasuk mahasiswa KKN-PPM UGM Bentangan Bawean, semangat tersebut terus hidup dan menjadi bagian dari identitas Pulau Bawean hingga saat ini.