Bupati Gresik Hadiri Groundbreaking Pabrik Melamin Terbesar Pertama di Indonesia di KEK JIIPE
Gresik, 8 April 2026 – Bupati Gresik menghadiri kegiatan groundbreaking pembangunan pabrik melamin terbesar dan pertama di Indonesia yang berlokasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE), Rabu (8/4).
Kegiatan ini menandai dimulainya proyek strategis industri kimia oleh Golden Elephant yang diharapkan mampu memperkuat sektor industri hilir sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Groundbreaking dilakukan oleh Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak dan turut dihadiri bupati Gresik fandi Akhmad yani, serta sejumlah pejabat penting, di antaranya Plt Asisten Deputi Perekonomian Bidang Industri Kimia Dida Gardera, Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia Wang Lutong, serta perwakilan pemerintah dari Tiongkok. Hadir pula jajaran perusahaan, termasuk perwakilan AICA Asia Pacific dan Golden Elephant.
Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menyampaikan apresiasi atas realisasi investasi besar di KEK Gresik JIIPE. Ia menilai pembangunan industri melamin ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat posisi Jawa Timur sebagai pusat industri nasional sekaligus membuka peluang kerja bagi masyarakat.
“Pembangunan tahap I pabrik Golden Elephant kami harapkan juga mampu memberi peluang lapangan pekerjaan bagi warga sekitar yang diperkirakan mencapai 1.000 orang tenaga kerja,” ujar Emil Elestianto Dardak.
Investasi proyek ini mencapai 600 juta dolar AS dan diproyeksikan mampu membuka sekitar 1.000 lapangan kerja baru bagi masyarakat, khususnya di Kabupaten Gresik.
Sementara itu, pihak Golden Elephant menyampaikan bahwa proyek Melamine Industrial Chain ini akan dikembangkan dalam dua tahap. Pada tahap pertama, pabrik ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal II tahun 2027.
Proyek ini juga menjadi pabrik melamin pertama di Indonesia sekaligus wujud kerja sama strategis antara Indonesia dan Tiongkok di sektor industri kimia.
Pengembangan industri ini berfokus pada pemanfaatan gas alam sebagai bahan baku utama dalam rantai produksi kimia, yang diharapkan mampu memenuhi kebutuhan domestik serta pasar Asia Tenggara.
Kehadiran investasi ini juga menjadi bagian dari upaya mendorong transformasi industri hijau dan penguatan ekonomi berkelanjutan, baik di tingkat daerah maupun nasional.
Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia, Wang Lutong, turut menyampaikan apresiasi atas perkembangan pembangunan di Jawa Timur yang dinilai memiliki potensi besar sebagai tujuan investasi.

0 Comments