Dahlan Iskan: Magang Jadi Kunci Link and Match Pendidikan dengan Dunia Industri
Gresik, 17 Juli 2026 – Pemerintah Kabupaten Gresik melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) menyelenggarakan Job Fair Tematik 2026 di Icon Mall Gresik pada 16–17 Juli 2026. Kegiatan ini menjadi upaya pemerintah daerah dalam mempertemukan pencari kerja dengan dunia usaha sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Gresik.
Memasuki hari kedua pelaksanaan, Jumat (17/7), kegiatan diisi dengan talkshow bertajuk "Link and Match Pendidikan dengan Dunia Industri" yang menghadirkan tokoh nasional Dahlan Iskan sebagai narasumber. Dalam paparannya, Dahlan menekankan bahwa pelatihan memang penting, namun program magang memiliki peran yang lebih besar dalam mencetak tenaga kerja yang siap memasuki dunia industri.
"Pak Bupati, pelatihan adalah penting, tetapi sebetulnya ada yang lebih penting lagi, yaitu magang," ungkap Dahlan Iskan.
Menurutnya, program magang idealnya berlangsung minimal enam bulan agar peserta memperoleh pengalaman kerja secara langsung di lingkungan industri. Pendidikan, kata Dahlan, membekali seseorang dengan pengetahuan (how to know), sedangkan pelatihan mengajarkan keterampilan (how to do). Sementara itu, melalui magang, kedua aspek tersebut diterapkan secara nyata sehingga lulusan memiliki pengalaman sekaligus keterampilan yang dibutuhkan perusahaan.
"Dengan magang, anak-anak bisa diberikan kesempatan untuk bekerja secara langsung. Yang terwujud bukan saja dari sisi pendidikan, namun juga keterampilan," jelasnya.
Selain pendidikan dan keterampilan, Dahlan juga menyoroti pentingnya kemauan dalam diri seorang pencari kerja. Menurutnya, perusahaan seharusnya tidak hanya melihat kemampuan seseorang, tetapi juga kemauan untuk belajar dan berkembang.
"Yang perlu dilihat dari orang mencari pekerjaan adalah bukan soal mampu atau tidak mampu. Nomor satu adalah mau atau tidak mau," ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa kemampuan dapat terus diasah melalui pelatihan dan pengalaman di lapangan. Karena itu, ketika seseorang memiliki kemauan yang kuat, kemudian dibekali pelatihan dan kesempatan magang, maka kemampuan yang dibutuhkan dunia kerja akan terbentuk.
"Kalau sudah mau dan punya pelatihan serta pengalaman magang, akhirnya dia mampu," tegasnya.
Dahlan juga mendorong Pemerintah Kabupaten Gresik untuk memperluas kolaborasi dengan dunia usaha agar program magang dapat berjalan lebih masif dan terstruktur. Ia berharap Gresik mampu menjadi daerah percontohan dalam membangun link and match antara pendidikan vokasi dengan kebutuhan industri melalui sinergi bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Senada dengan hal tersebut, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menegaskan bahwa Job Fair Tematik 2026 bukan sekadar agenda seremonial. Menurutnya, kegiatan ini merupakan strategi pemerintah daerah dalam membangun ekosistem ketenagakerjaan yang transparan, akuntabel, sekaligus memastikan tenaga kerja lokal mampu memenuhi kebutuhan industri yang terus berkembang.
"Job fair ini bukan gimmick. Seluruh prosesnya bisa kita pertanggungjawabkan, mulai dari siapa yang mendaftar, mengikuti seleksi, sampai siapa yang akhirnya diterima bekerja. Semua tercatat dalam sistem sehingga hasilnya bisa diukur dan dievaluasi," tegas Bupati Yani.
Bupati menambahkan bahwa tingginya Upah Minimum Kabupaten (UMK) Gresik harus diimbangi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Gresik terus memperkuat program pelatihan dan sertifikasi kompetensi melalui berbagai perangkat daerah serta mendorong perusahaan untuk bersinergi dalam menyediakan informasi kebutuhan tenaga kerja.
"UMK yang tinggi harus selaras dengan kualitas SDM yang tinggi. Pemerintah tidak cukup hanya membuka akses pekerjaan, tetapi juga harus memastikan masyarakat Gresik siap mengisi peluang tersebut," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Gresik, Zainul Arifin, menjelaskan bahwa Job Fair Tematik 2026 merupakan implementasi Peraturan Daerah dan Peraturan Bupati tentang Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Lokal. Tahun ini, Disnaker memfasilitasi 1.976 lowongan pekerjaan, sehingga bersama pelaksanaan mini job fair sepanjang Januari hingga Juni 2026, total lowongan yang difasilitasi mencapai 3.677 lowongan kerja.
Selain menghadirkan ribuan peluang kerja dan seminar penguatan SDM, pada kesempatan yang sama Bupati Gresik juga melantik 12 Jaga Migran Rangers (JMR) yang berasal dari enam kecamatan kantong Pekerja Migran Indonesia (PMI). Para JMR diharapkan menjadi garda terdepan dalam memberikan edukasi, mendampingi calon pekerja migran, mencegah penempatan nonprosedural, serta menjadi penghubung antara masyarakat dengan Pemerintah Kabupaten Gresik dalam upaya memperkuat pelindungan PMI.

0 Comments