Harga Pangan Turun, Okupansi Hotel Naik: Ekonomi Gresik Tetap Stabil
Gresik, 3 Agustus 2026 – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Gresik merilis perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) serta tingkat penghunian kamar (TPK) hotel di Kabupaten Gresik untuk periode Juli 2026.
Pada Juli 2026, Kabupaten Gresik mengalami deflasi secara bulanan atau month to month (m-to-m) sebesar 0,23 persen. Sementara itu, secara tahunan atau year on year (y-on-y), Kabupaten Gresik mengalami inflasi sebesar 2,21 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 109,43. Adapun inflasi tahun kalender atau year to date (y-to-d) tercatat sebesar 1,02 persen.
Kepala BPS Kabupaten Gresik, Indriya Purwaningsih, menjelaskan bahwa deflasi bulanan pada Juli 2026 terutama dipengaruhi oleh sejumlah komoditas pangan yang mengalami penurunan harga.
“Pada Juli 2026, Kabupaten Gresik mengalami deflasi month to month sebesar 0,23 persen. Sementara itu, inflasi year on year tercatat sebesar 2,21 persen dan inflasi year to date sebesar 1,02 persen,” jelas Indriya.
Sejumlah komoditas menjadi penyumbang utama deflasi bulanan, antara lain bawang merah, cabai rawit, udang basah, cabai merah, telur ayam ras, ikan bandeng, emas perhiasan, melon, tomat, bayam, dan semangka.
“Komoditas yang dominan memberikan andil deflasi month to month pada Juli 2026 antara lain bawang merah, cabai rawit, udang basah, cabai merah, telur ayam ras, ikan bandeng, emas perhiasan, melon, tomat, bayam, dan semangka,” ungkapnya.
Bawang merah menjadi komoditas dengan andil deflasi terbesar, yakni sebesar 0,27 persen. Disusul cabai rawit sebesar 0,08 persen, udang basah sebesar 0,07 persen, serta cabai merah dan telur ayam ras yang masing-masing memberikan andil sebesar 0,05 persen.
Sementara itu, ikan bandeng memberikan andil deflasi sebesar 0,04 persen. Sedangkan melon, tomat, bayam, dan semangka masing-masing menyumbang deflasi sebesar 0,02 persen.
Di sisi lain, sejumlah komoditas masih memberikan andil terhadap inflasi bulanan. Beras menjadi komoditas dengan andil inflasi terbesar sebesar 0,04 persen. Kemudian bawang putih, sawi hijau, dan daging sapi masing-masing memberikan andil sebesar 0,02 persen, serta daging ayam ras sebesar 0,01 persen.
“Adapun komoditas yang memberikan andil atau sumbangan inflasi month to month pada Juli 2026 yaitu beras sebesar 0,04 persen, bawang putih, sawi hijau, dan daging sapi masing-masing sebesar 0,02 persen, serta daging ayam ras sebesar 0,01 persen,” terang Indriya.
Secara tahunan, inflasi Kabupaten Gresik pada Juli 2026 tercatat sebesar 2,21 persen. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan inflasi year on year pada Juli 2025 yang mencapai 1,93 persen. Namun, inflasi tahun kalender pada Juli 2026 sebesar 1,02 persen, lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 1,25 persen.
“Pada Juli 2026, tingkat inflasi year on year Kabupaten Gresik sebesar 2,21 persen dan tingkat inflasi year to date sebesar 1,02 persen. Sebagai perbandingan, pada Juli 2025 tingkat inflasi year on year dan year to date masing-masing sebesar 1,93 persen dan 1,25 persen,” tuturnya.
Selain perkembangan inflasi, BPS Kabupaten Gresik juga mencatat perkembangan tingkat penghunian kamar hotel pada Juni 2026.
Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Kabupaten Gresik pada Juni 2026 mencapai 69,72 persen. Angka tersebut meningkat sebesar 6,20 poin dibandingkan bulan sebelumnya, ketika TPK hotel berbintang tercatat sebesar 63,51 persen.
“TPK hotel bintang pada Juni 2026 sebesar 69,72 persen atau meningkat sebesar 6,20 poin dibandingkan bulan sebelumnya. Pada Mei 2026, TPK hotel bintang tercatat sebesar 63,51 persen,” jelas Indriya.
Sementara itu, TPK hotel nonbintang dan akomodasi lainnya pada Juni 2026 tercatat sebesar 42,23 persen. Angka tersebut mengalami penurunan sebesar 1,52 poin dibandingkan bulan sebelumnya.
“Untuk hotel nonbintang dan akomodasi lainnya, TPK pada Juni 2026 tercatat sebesar 42,23 persen atau menurun sebesar 1,52 poin dibandingkan bulan sebelumnya,” ungkapnya.
Untuk rata-rata lama menginap tamu (RLMT), tamu asing pada hotel berbintang di Kabupaten Gresik pada Juni 2026 tercatat menginap rata-rata selama 2,21 malam. Sedangkan tamu nusantara menginap rata-rata selama 1,77 malam.
“Rata-rata lama menginap tamu asing pada Juni 2026 di hotel bintang Kabupaten Gresik sebesar 2,21 malam. Sedangkan untuk tamu nusantara, rata-rata lama menginap tercatat sebesar 1,77 malam,” tutur Indriya.
Secara umum, perkembangan ekonomi Kabupaten Gresik pada Juli 2026 menunjukkan kondisi inflasi yang relatif terkendali. Deflasi bulanan sebesar 0,23 persen terutama dipengaruhi oleh penurunan harga sejumlah komoditas, khususnya bahan pangan. Di sisi lain, tingkat penghunian kamar hotel berbintang menunjukkan peningkatan pada Juni 2026.

0 Comments