Jargas 7.363 SR Rampung, Warga Menganti Berharap Segera Beroperasi dan Tarif Tetap Murah

Gresik, 18 September 2026 – Rampungnya pembangunan jaringan gas bumi (Jargas) di Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, disambut positif masyarakat. Warga berharap jaringan gas tersebut segera dioperasikan dengan tarif terjangkau dan dapat menjadi solusi kebutuhan energi rumah tangga maupun pelaku UMKM.


Jargas di Menganti telah rampung 100 persen dengan total 7.363 Sambungan Rumah (SR) yang tersebar di enam desa, yakni Domas, Bringkang, Boteng, Putatlor, Gadingwatu, dan Sidojangkung. Dalam program ini, masyarakat juga mendapat kompor untuk mendukung pemanfaatan jaringan gas.


Sumian (58), warga Desa Domas, mengaku kehadiran Jargas membuat kebutuhan energi masyarakat terasa lebih ringan, terutama ketika terjadi kelangkaan LPG pada momen tertentu.


“Kita merasa enteng, syukur alhamdulillah. Adanya masalah kelangkaan di momen tertentu sekarang terbantu, dan harga murah,” ujar Sumian.


Ia berharap infrastruktur Jargas dirawat dengan baik dan tidak terjadi kebocoran yang dapat menimbulkan risiko kebakaran.


“Harapannya tidak ada kebocoran pada pipa agar tidak menimbulkan kebakaran. Semoga harganya murah dan terima kasih kepada Pak Presiden Prabowo dan Pak Bupati,” tambahnya.


Hal serupa disampaikan Siska (40), warga Desa Domas sekaligus pelaku UMKM. Menurutnya, program Jargas dapat membantu masyarakat yang menggunakan gas untuk mendukung kegiatan usaha.


“Saya selaku warga juga pelaku UMKM cukup terbantu. Dengan adanya Jargas ini, program ini membantu para UMKM,” ungkap Siska.


Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan pembangunan Jargas di Menganti merupakan usulan Pemkab Gresik untuk membantu menghemat biaya energi masyarakat. Penggunaan gas bumi melalui jaringan dinilai lebih efisien dibandingkan penggunaan LPG tabung.


“Kita mengusulkan ini karena ingin menghemat biaya masyarakat. Penggunaan LPG tabung dikonversi menjadi gas alam yang tarifnya lebih murah,” ujar Bupati Yani saat mendampingi Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman meninjau kesiapan Jargas di Desa Domas, Jumat (18/09).


Bupati juga menekankan manfaat Jargas bagi pelaku UMKM di Menganti yang membutuhkan energi untuk kegiatan produksi. Ia berharap jaringan tersebut segera beroperasi dengan tarif yang terjangkau dan dapat dikembangkan ke wilayah lainnya.


Sementara itu, Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman mengatakan pembangunan Jargas merupakan bagian dari pengawalan program prioritas nasional untuk mendorong kemandirian energi dan mengurangi ketergantungan terhadap LPG impor.


Menurut Dudung, pembangunan jaringan merupakan bagian dari pekerjaan, sementara tahap berikutnya adalah memastikan Jargas dapat benar-benar memberikan pelayanan kepada masyarakat secara berkelanjutan.


“Pembangunan adalah separuh pekerjaan. Separuh lainnya adalah memastikan jaringan ini melayani masyarakat setiap hari,” ujarnya.


Secara nasional, pembangunan Jargas 2025–2026 ditargetkan mencapai 119.379 sambungan rumah di 15 kabupaten/kota, dengan Gresik mendapat pembangunan sebanyak 7.363 SR pada tahap ini.


Sebelumnya, jaringan gas di Kabupaten Gresik telah mencapai 10.895 SR yang tersebar di Kecamatan Cerme, Gresik, Manyar, dan Kebomas. Pemkab Gresik juga telah mengusulkan perluasan potensi pelanggan Jargas di Kecamatan Menganti hingga 14.823 SR.


Bagi masyarakat Menganti, selesainya pembangunan Jargas menjadi harapan baru untuk mendapatkan akses energi yang lebih mudah dan terjangkau. Warga berharap tarif tetap murah, jaringan aman, dan manfaat Jargas dapat dirasakan dalam jangka panjang. (azz)