Pemkab Gresik Dukung Pengungkapan Sindikat Narkotika Jaringan Internasional, Masyarakat dihimbau Lebih Waspada
Gresik, 2 Juli 2026 – Pemerintah Kabupaten Gresik mendukung penuh upaya pemberantasan peredaran gelap narkotika yang dilakukan Badan Narkotika Nasional (BNN) RI bersama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai serta Polda Jawa Timur. Dukungan tersebut ditunjukkan melalui kehadiran Wakil Bupati Gresik dr. Asluchul Alif dalam konferensi pers pengungkapan sindikat narkotika jaringan internasional yang digelar di Pergudangan Bizland, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik, Kamis (2/7).
Konferensi pers dipimpin langsung oleh Kepala BNN RI Komjen Pol. Marthinus Hukom didampingi jajaran Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Polda Jawa Timur, serta instansi terkait. Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Gresik turut menyaksikan pemaparan hasil operasi dan barang bukti yang berhasil diamankan tim gabungan.
Pengungkapan kasus ini bermula dari kecurigaan petugas Direktorat Jenderal Bea dan Cukai terhadap sebuah kontainer yang masuk melalui Pelabuhan Tanjung Priok. Berdasarkan hasil analisis risiko dan pemeriksaan awal, petugas menemukan indikasi adanya muatan yang mencurigakan sehingga dilakukan pendalaman lebih lanjut bersama BNN RI.
Untuk mengungkap jaringan yang berada di balik penyelundupan tersebut, tim gabungan tidak langsung melakukan penyitaan. Aparat menerapkan metode controlled delivery, yakni mengawasi dan mengikuti pergerakan kontainer hingga mencapai lokasi tujuan guna mengidentifikasi pihak-pihak yang terlibat dalam jaringan peredaran narkotika internasional.
Operasi gabungan yang berlangsung sejak 29 Juni hingga 1 Juli 2026 itu akhirnya mengarah ke sebuah gudang di Pergudangan Bizland, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik. Setelah seluruh rangkaian penyelidikan dinilai cukup, tim gabungan melakukan penggerebekan dan menemukan barang bukti narkotika dalam jumlah sangat besar.
Dari lokasi tersebut, petugas mengamankan 500 koper dan 80 bal kardus yang berisi 3.371.400 gram atau sekitar 3,37 ton cannabis buds (kuncup bunga ganja). Jumlah tersebut menjadi pengungkapan barang bukti narkotika terbesar sepanjang sejarah di Jawa Timur.
Dalam keterangannya, Kepala BNN RI Komjen Pol. Marthinus Hukom menjelaskan bahwa sindikat menggunakan modus penyelundupan melalui jalur logistik resmi dengan menyamarkan narkotika di dalam koper dan kardus agar tidak mudah terdeteksi. Berdasarkan hasil penyelidikan awal, cannabis buds tersebut memiliki kandungan tetrahydrocannabinol (THC) yang tinggi dan diduga akan diekstraksi menjadi bahan baku cairan isi ulang (liquid cartridge) vape atau rokok elektrik. Modus ini dinilai sangat berbahaya karena menyasar kalangan generasi muda.
Dalam operasi tersebut, aparat mengamankan 12 orang yang diduga terlibat, termasuk seorang warga negara asing yang diduga sebagai pemilik gudang. Sementara itu, BNN RI masih melakukan pengembangan perkara dan memburu dua warga negara asing yang telah teridentifikasi sebagai pengendali utama jaringan internasional dari luar negeri.
Menurut Komjen Pol. Marthinus Hukom, keberhasilan menyita 3,37 ton cannabis buds diperkirakan telah menyelamatkan sekitar 10,1 juta jiwa anak bangsa dari potensi penyalahgunaan narkotika. Selain itu, operasi tersebut juga berhasil mencegah potensi kerugian ekonomi negara yang ditaksir mencapai Rp4,58 triliun akibat dampak penyalahgunaan narkotika.
Berdasarkan keterangan tidak hanya di Gresik, kontainer bermuatan narkotika tersebut juga mengarah ke wilayah Purwakarta.
Kehadiran Wakil Bupati Gresik dalam konferensi pers tersebut menjadi bentuk dukungan Pemerintah Kabupaten Gresik terhadap langkah tegas aparat penegak hukum dalam memutus mata rantai peredaran narkotika. Sinergi antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan seluruh elemen masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga Kabupaten Gresik dari ancaman narkoba.
Pemerintah Kabupaten Gresik mengimbau masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus peredaran narkotika yang semakin beragam. Peran keluarga, lingkungan pendidikan, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta pemerintah desa dan kelurahan sangat diperlukan dalam memberikan edukasi dan pengawasan, khususnya kepada generasi muda.
Masyarakat juga diharapkan tidak ragu melaporkan kepada aparat penegak hukum apabila menemukan aktivitas yang mencurigakan atau berpotensi terkait penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkotika. Dengan kepedulian dan partisipasi seluruh lapisan masyarakat, diharapkan Kabupaten Gresik dapat terus menjadi daerah yang aman, sehat, dan terbebas dari ancaman narkoba.

0 Comments