BNPB Siapkan Mitigasi Kekeringan hingga Awal 2027 akibat El Nino
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyiapkan berbagai langkah untuk menghadapi ancaman kekeringan berkepanjangan akibat fenomena El Nino yang diperkirakan berlangsung hingga awal 2027.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan, mengatakan pihaknya terus memantau perkembangan cuaca bersama BMKG dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk mengantisipasi kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Upaya yang dilakukan meliputi operasi modifikasi cuaca untuk meningkatkan peluang hujan serta penyaluran bantuan air bersih bagi masyarakat terdampak. Penanganan karhutla juga terus dilakukan di sejumlah wilayah, termasuk Kalimantan dan Sumatera.
BMKG menyebut fenomena El Nino saat ini berada pada kategori sangat kuat dengan anomali suhu muka laut mencapai 2,63 derajat Celsius. Dampaknya, awal musim hujan di sekitar 61,08 persen wilayah daratan Indonesia diperkirakan mengalami keterlambatan.
Musim hujan diprediksi mulai berlangsung di sejumlah wilayah pada November hingga Desember 2026, sementara puncaknya diperkirakan terjadi secara bertahap pada Desember 2026 hingga Februari 2027. BNPB akan terus mengevaluasi langkah mitigasi sesuai perkembangan kondisi cuaca dan dampak di lapangan.

0 Comments